Alat Diagnosis Covid Seperti Printer

Alat Diagnosis Covid Seperti Printer Hanya dalam 5 Menit

Alat Diagnosis Covid Seperti Printer. Industri alat kesehatan seakan berlomba-lomba menyiapkan piranti kesehatan di tengah pandemi corona atau Covid-19. Salah satunya Abbott Laboratories Corp, produsen piranti healthcare dari Illinois, AS yang meluncurkan Abbott ID Now. Alat ini mampu membuat diagnosis Covid-19 secara kilat hanya dalam 5 menit.

Abbott ID Now sudah mendapat izin dari Food and Drug Adminitration (FDA), otoritas tertinggi yang menangani masalah obat dan makanan di Amerika Serikat (AS).

Alat diagnosis Covid-19 ini diberi nama ID Now yang merupakan akronim dari indentify now. Alat ini resmi diedarkan per 1 April lalu ke seluruh AS. Ribuan klinik dan rumah sakit di AS telah memesannya.

Piranti ID Now itu bentuknya seperti mesin printer dan beratnya tak sampai 3 kilogram. Meski tergolong rapid test, ID Now bekerja dengan cara yang berbeda dari rapid test pada umumnya.

Sebagaimana dikutip dari indonesia.go.id, Selasa (8/4/2020), Abbott mengatakan ID Now itu langsung bisa mengenali material DNA virus SARS COV-2 (penyebab wabah Covid-19) dari spesimen dahak atau ingus pasien.

Untuk menyatakan adanya virus jahat, alat diagnosis Covid-19 ini hanya butuh waktu lima menit. Dan hanya perlu 13 menit untuk menyatakan tak ada virus penyebab Covid-19.

Cara kerjanya mirip alat canggih PCR (Polymerase Chain Reaction), piranti diagnosis yang dianjurkan WHO. Spesimen dahak atau ingus diinjeksikan ke dalam tabung kecil pada kemasan mirip cartridge, printer.

Dalam cartridge itu sudah terdapat pula raegen (zat kimia khusus), serta sepotong genome primer (potongan DNA virus) sebagai pembanding. Paket bawaan isi cartridge ini hanya sekali pakai. Untuk pasien baru perlu kit baru pula.

Bila hendak dioperasikan, cartridge yang sudah berisi reagen itu dimasukkan ke badan ID Now. Di situ ada serangkaian perlakuan khusus untuk memisahkan koloni virus dari spesimen sampel, lalu jaket virus dibongkar dan dikeluarkan materi genetiknya dengan pemanasan 90 derajat Celsius.

Pisahkan DNA Virus

Tahap berikutnya, untaian rantai ganda DNA virus dipisahkan menjadi dua rantai tunggal RNA, yang lantas dipindai oleh sensor khusus.

Hasilnya, mesin mengenali susunan dan ukuran panjang rantai asam nuleatnya. Struktur genetik virus dari spesimen pasien kemudian dibandingkan dengan DNA virus yang sudah ter-install di dalam mesin. Bila ada kemiripan yang tinggi, mesin akan mengatakan, ‘’yes ada SARS COV-2’’.

Kemampuan alat ini dalam diagnosis Covid-19 ini membuatnya berbeda dengan rapid test kit Covid-19 yang kini beredar di banyak negara termasuk Indonesia.

Rapid test kit yang jenis kedua ini bekerja dengan basis serologis. Ia hanya mengenali antibodi yang muncul dalam serum darah pascatubuh terinfeksi Covid-19.

Namun, kalau pun test kit tidak menunjukkan adanya antibodi dalam serum darah belum tentu pasien pasti bebas dari infeksi. Bisa saja infeksi sudah terjadi, hanya antibodi belum muncul.

Antibodi yang diidentifikasi itu terutama jenis Immunoglobulin G (IgG) dan Immunoglobulin M (IgM), yang biasanya baru terbentuk setelah tubuh terinfeksi sekitar tujuh hari.

Rapid test kit ini tak langsung mengidentifikasi virusnya. Oleh karena itu, mereka yang terindikasi positif Covid-19 oleh rapid test kit masih perlu dikonfirmasi dengan mesin PCR.

Lepas dari segala kekurangannya, kebutuhan akan alat diagnosis Covid-19 berbasis teknik biomolekuler itu sangat diperlukan di semua negara saat ini.

”Dengan rapid test ID Now ini, para penyedia jasa healthcare pun bisa melakukan pemeriksaan di luar tembok rumah sakit, terutama di daerah yang terpapar,’’ tutur Robert Ford, Direktur Utama Abbott Lab seperti dikutip vox.com.